Yerusalem (KABARIN) - Tim peneliti internasional menemukan fakta baru tentang Jupiter, planet terbesar di tata surya, yang ternyata lebih kecil dan lebih pipih dari perkiraan sebelumnya, menurut Institut Ilmu Pengetahuan Weizmann, Israel, Senin (2/2).
Selama puluhan tahun, ukuran dan bentuk Jupiter diperkirakan berdasarkan enam pengukuran yang dilakukan hampir 50 tahun lalu oleh misi Voyager dan Pioneer NASA. Sinyal radio dari kedua wahana tersebut menjadi dasar perhitungan, tapi masih meninggalkan ketidakpastian.
Penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature Astronomy menggunakan data dari wahana antariksa Juno milik NASA, yang telah mengorbit Jupiter sejak 2016. Setelah perpanjangan misi pada 2021, Juno diarahkan ke lintasan baru sehingga bisa melewati belakang Jupiter dari sudut pandang Bumi.
Saat melewati sisi belakang Jupiter, sinyal radio Juno dibelokkan oleh atmosfer tebal planet ini. Dengan memantau pembelokan sinyal tersebut, para ilmuwan berhasil menghitung ukuran Jupiter dengan akurasi jauh lebih tinggi.
Hasilnya menunjukkan bahwa Jupiter sekitar 8 kilometer lebih sempit di ekuator dan 24 kilometer lebih pipih di kutub dibanding perkiraan sebelumnya. Temuan ini membantu menyempurnakan model bagian dalam Jupiter sekaligus memberi wawasan baru tentang angin kencang, struktur dalam, serta proses pembentukan dan evolusi planet raksasa.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026